Bekasi – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID) menyelenggarakan Seminar Nasional DigiVance 2026 sebagai upaya membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan menghadapi perkembangan dunia bisnis dan profesi akuntansi di era digital. Mengusung tema “Beyond Promotion: Strategi Digital Marketing Membangun Brand Berkelanjutan”, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi yang membahas strategi pemasaran digital serta pentingnya tata kelola keberlanjutan (sustainability governance) dalam dunia usaha.
Seminar ini diselenggarakan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perubahan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Di tengah pesatnya transformasi digital, seorang akuntan tidak lagi hanya dituntut mampu menyusun laporan keuangan, tetapi juga memahami strategi bisnis, pemanfaatan teknologi, hingga penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Narasumber pertama, Dr. Agustini Tanjung, S.E., M.M., D.B.A., dosen sekaligus praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang marketing strategy, customer service, logistik, dan pengembangan bisnis, menjelaskan bahwa pemasaran digital saat ini telah berkembang jauh melampaui aktivitas promosi.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa strategi
digital modern harus mampu membangun nilai jangka panjang melalui pendekatan
yang berpusat pada pelanggan dan keberlanjutan. Perusahaan didorong untuk
bertransformasi dari sekadar mengikuti tren ramah lingkungan menuju pendekatan
regeneratif yang tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memberikan
dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menganalisis perilaku konsumen, membangun komunikasi dua arah, serta memperluas jangkauan pasar melalui analisis data. Materi yang disampaikan juga mengulas konsep Segmenting, Targeting, Positioning (STP) serta transformasi strategi pemasaran dari 4P (Product, Price, Place, Promotion) menuju 4C (Customer Value, Cost, Convenience, Communication) yang lebih berorientasi pada pengalaman pelanggan dan loyalitas merek.
Sementara itu, narasumber kedua, Prof. Dr. Titik Aryati, Ak., C.A., C.P.I.A., Guru Besar Tata Kelola Perusahaan Universitas Trisakti, membawakan kuliah umum bertajuk “Beyond Financial Reporting: Peran Akuntan dalam Era Sustainability Governance”.
Dalam pemaparannya, Prof. Titik menjelaskan bahwa profesi akuntan kini memiliki peran yang semakin strategis. Akuntan tidak hanya bertanggung jawab terhadap penyusunan laporan keuangan, tetapi juga dituntut mampu mengintegrasikan aspek Environmental, Social, Governance (ESG) dan ekonomi ke dalam proses bisnis sehingga perusahaan dapat menjalankan praktik usaha yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Ia juga memaparkan bahwa meningkatnya tuntutan regulator, investor, dan masyarakat menjadikan laporan keberlanjutan sebagai kebutuhan penting bagi perusahaan. Berbagai standar internasional seperti GRI, ISSB, IFRS Sustainability Standards, serta regulasi nasional melalui POJK Nomor 51 Tahun 2017 dan SEOJK Nomor 16 Tahun 2021, menjadi pedoman dalam penyusunan laporan keberlanjutan yang transparan dan akuntabel.
Lebih lanjut, Prof. Titik menjelaskan bahwa akuntan memiliki peran sebagai penyusun laporan keberlanjutan, penyedia assurance atas kualitas data ESG, perancang sistem pengendalian internal, hingga penasihat manajemen dalam menyusun strategi bisnis jangka panjang. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas data guna mencegah praktik greenwashing, yaitu penyampaian klaim ramah lingkungan yang tidak didukung bukti yang memadai.
Selama seminar berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab dimanfaatkan mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai penerapan strategi digital marketing serta tantangan implementasi sustainability governance di berbagai sektor industri. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap kompetensi baru yang dibutuhkan dalam dunia kerja modern.
Melalui penyelenggaraan Digivance 2026, Himpunan
Mahasiswa Akuntansi UM Indonesia (UM.ID) berharap mahasiswa memperoleh
perspektif yang lebih komprehensif mengenai perkembangan profesi akuntan di era
transformasi digital. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kompetensi
mahasiswa, tidak hanya dalam bidang akuntansi dan pelaporan keuangan, tetapi
juga pada aspek strategi bisnis digital, pemanfaatan teknologi, analisis data,
serta tata kelola keberlanjutan yang kini menjadi kebutuhan utama dunia
industri. Diharapkan, wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mahasiswa
untuk menjadi lulusan yang adaptif, profesional, dan mampu memberikan
kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (*)
Nasywa Fadya – Ratih Firdiyah
Humas UM Indonesia
